Wednesday, 19 February 2014

KISAH SEORANG YANG TIDAK TAHU BACA AL-QURAN, TAPI KUBURNYA BERCAHAYA MENJULANG LANGIT

Suatu kisah yang diceritakan dalam tazkirah ramadhan di Masjid Sultan Zainal Abidin Kuala Terengganu yang sangat mengharukan dan bisa menitis air mata. Seorang lelaki melewati sebuah kawasan perkuburan di suatu malam yang kelam dan sunyi. Tiba-tiba ia terpandang suatu cahaya yang terang benderang muncul dari sebuah kubur, dan terus menjulang ke langit. Dia merasa sedikit ketakutan dan berdebar.
Terpegun dan kaku melihat kejadian itu. Dia terfikir kemungkinan kubur ini adalah kubur seseorang yang sangat istimewa. Samada ia seorang waliyullah atau ulamak atau orang soleh yang istimewa kedudukannya di sisi tuhan.
Diambilnya sebatang kayu lalu dipacak di atas kuburan yang bercahaya itu.
Keesokannya lelaki itu datang lagi kekawasan perkuburan itu dengan ditemani orang kampung.
Beliau ingin menyelidiki dan ingin mengetahui kubur siapakah yang sangat ajaib itu. Apakah seorang tuan guru atau waliyullah atau alim ulamak atau orang soleh yang terkenal?. Bila bertanya kepada orang kampung mereka kehairanan kerana apa yang mereka ketahui dan pasti ini adalah kubur seorang lelaki tua, yang pernah mendiami sebuah pondok dihujung kampung bersama istrinya. Untuk mengetahui dengan lebih lanjut , lelaki itu berkunjung kerumah simati dan bertemu dengan isteri simati lalu menceritakan keajaiban yang dilihat diperkuburan suaminya.
Anihnya isteri simati terkejut dan kehairanan. Dia sangat mengenal suaminya. Suaminya bukan siapa-siapa . Suaminya seorang petani kecil. Bukan seorang kiyai, bukan seorang ahli ibadat, bukan orang soleh, apa lagi bukan imam, bukan muazzin, bukan guru quran. Malah suaminya tidak pandai membaca quran dan dia tidak pernah mendengar suaminya membaca quran. Hal ini benar-benar menimbulkan kehairan kepada lelaki tersebut dan isteri simati.
Akhirmya lelaki itu bertanya apakah perkara-perkara anih yang simati selalu lakukan dalam kehidupan sehari-harinya. Akhirnya isteri simati teringat suatu perkara yang selalu dilakukan oleh si mati, setiap kali sebelum tidur pada setiap malam. Katanya , setiap malam sebelum tidur suaminya akan mengambil wudhu, kemudian masuk di dalam suatu bilik lalu diambilnya alqur'an di atas rak, lalu dicium dan dipeluknya dengan penuh kecintaan dan kasih sayang.
Ia akan duduk dan membelek alqur'an itu sehelai demi sehelai seperti sedang membaca, sedangkan ia seorang yang buta alqur’an. Dia akan meraba- raba ayat-ayat qur’an itu dengan tangannya , seolah-olah sedang menyentuh dan mebelai sesuatu yang sangat dikasihi. Tambah isteri simati lagi, ia pernah mendengar rintihan dan esakan tangis suaminya yang sangat sedih, mendayu-dayu dengan penuh penyesalan.
“Tuhanku! ampunkanlah aku kerana aku tidak mampu membaca kalimah mu. Janganlah engkau hukum aku di atas kebodohanku ini.” “Wahai Kalam Allah, maafkan kesalahan ku. Aku tidak mampu membaca kalimah mu. Aku tidak dapat bersahabat dengan mu.
Aku tidak dapat memahami mu. Tapi aku sangat mengasihi mu. Aku sangat mencintaimu. “ “Wahai Kalamullah, jangan lah engkau mendakwa aku, jangan engkau menuduh aku dihadapanTuhan diakhirat nanti”. Cerita isteri simati lagi. Kadang-kadang suaminya tertidur di dalam bilik itu ditemani alqur’an buah hati kesayangannya.
Begitulah suaminya setiap malam sebelum tidur.
Lelaki itu meminta untuk melihat alquran kesayangan suaminya itu. Benar dan sangat mengharukan apabila ia melihat naskah yang mulia itu kelihatan lusuh, helaian-helaiannya kelihatan selalu dibelek berkali-kali. Dan ada bekas-bekas airmata di kertasnya ,tanda seseorang sering menangis berjurai airmatanya tatkala membuka lembaran yang maha suci ini.
Pastinya lelaki ini sangat mulia peribadinya.
Hatinya telah bersatu dengan ruh alqur’an. Dia sangat mengasihi kalimat tuhan dengan sesungguhnya. Bererti ia mengasihi tuhan dengan seluruh jiwa dan raganya. Marilah kita menghidupkan alquran di dalam masjid kita, di dalam rumah kita, di dalam diri kita, setiap masa dan ruangkan masa setiap hari utk mbaca.
Perkisahan ini ditulis dan disesuaikan semula untuk bacaan semua. "

Monday, 2 December 2013

permaisuri balqis

assalammualaikum

hati ini kena selalu di tarbiyah, di ajari dan dididik.
makin tinggi kita di atas sesuatu tempat, makin lupa kita akan orang bawahan.
menjadi pemimpin biarlah bijak. bertindak rasional tapi ada masa kita kena bertimbang rasa.

jadilah contoh teladan andai seorang pemimpin wanita, contohilah permaisuri balqis
orang nya bijak... dikelilingi pembesar pembesar lelaki
tidak mudah dipengaruhi, sentiasa ingin tahu dengan sendiri mencari makluman sebelum membuat keputusan.
sentiasa bijak berkata2...

banyak membaca membantu kita dalam menilai keputusan, dalam berkata2, memberi pendapat dan mcm2.

Thursday, 3 October 2013

Nabi yang mampu menahan matahari daripada terbenam? Siapakah dia?

Assalam semua, hari ni saya nak share cerita yang menarik untuk kalian baca.
pernahkan kamu mendengar cerita seorang nabi yang mampu menahan matahari daripda terbenam?

bacalah ceritanya di bawah ini...


KISAHNYA

Setelah Nabi Musa as wafat, Nabi Yusya' bin Nun membawa Bani Israil untuk keluar dari padang pasir. Mereka berjalan hingga menyeberangi sungai Yordania dan akhirnya sampai di kota Jerica (Yeriko). Kota Jerica adalah sebuah kota yang mempunyai benteng dan pintu gerbang yang sangat kuat. Bangunan-bangunan di dalamnya tinggi-tinggi serta berpenduduk padat.

Nabi Yusya' bersama kaumnya, Bani Israil, mengepung kota tersebut sampai 6 bulan lamanya.
Pada suatu hari, mereka bersepakat untuk menyerbu sampai ke dalam. Dengan diiringi suara terompet dan pekikan takbir, serta semangat yang kuat, mereka berhasil menghancurkan benteng kota dan memasukinya.

Di dalam kota Jerica, mereka mengambil harta rampasan dan membunuh siapa saja yang mencoba menghalanginya.
Mereka juga memerangi sejumlah raja yang berkuasa di Syam.

Hari itu adalah hari Jum'at, peperangan belum juga usai sementara matahari sudah hampir terbenam. Berarti hari Jum'at akan segera berlalu dan hari Sabtu akan segera tiba. Padahal, menurut syariat, pada hari sabtu dilarang untuk melakukan peperangan.

Doa Nabi

Nabi Yusya' kemudian berkata,
"Wahai Matahari, sesungguhnya engkau hanya mengikuti perintah Allah SWT, demikian pula aku. Aku bersujud mengikuti perintahNya. Ya Allah, tahanlah matahari itu untukku agar tidak terbenam terlebih dahulu."

Dengan izin Allah SWT, matahari itu tidak terbenam dulu, sebelum negeri itu ditaklukkan.
Setelah Baitul Maqdis dapat dikuasai oleh Bani Israil, mereka pun hidup di dalamnya dan Nabi Yusya' yang memerintah mereka dengan kitab Allah, kitab Taurat sampai akhir hayatnya.
Beliau kembali ke hadirat Allah SWT saat berumur 127 tahun dan masa hidupnya 27 tahun setelah wafatnya Nabi Musa as.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW pernah bersabda,
"Sesungguhnya matahari itu tidak pernah tertahan untuk terbenam hanya karena seorang manusia yang bernama Yusya' yaitu pada malam-malam dia berjalan ke Baitul Maqdis untuk berjihad."

Diriwaytkan pula oleh Abu Hurairah ra dari Rasulullah SAW. Ada seorang Nabi dari Nabi-Nabi Allah yang ingin berperang, dan dia berkata,
"Tidak boleh ikut bersamaku dalam peperangan ini, seorang laki-laki yang telah berkumpul dengan istrinya dan mereka mengharapkan seorang anak, tapi belum mendapatkannya. Begitu pula orang yang membangun rumah tapi atapnya belum selesai. Juga tidak boleh ikut bersamaku orang yang telah membeli kambing atau unta bunting yang dia tunggu binatang itu beranak."

Maka berangkatlah Nabi itu berjihad.
Ketika sudah berada di dekat daerah yang dituju, saat Ashar telah tiba atau hampir tiba, maka Nabi itu berkata kepada matahari,
"Wahai matahari, engkau tunduk kepada perintah Allah dan aku pun demikian. Ya Allah, tahanlah matahari itu sejenak agar tidak terbenam."

Maka Allah SWT menahan matahari itu hingga Nabi itu bersama kaumnya menaklukkan daerah tersebut. Kemudian mereka Mengumpulkan semua harta rampasan di sutau tempat. Namun tiba-tiba saja ada api yang menyambar, tetapi api tidak sampai membakar harta rampasan itu.

Nabi Yusya' berkata,
"Diantara kalian ada yang berkhianat, masih menyimpan sebagian harta rampasan. Aku harap seseorang dari setiap kabilah bersumpah kepadaku."

Satu persatu seseorang dari tiap kabilah bersumpah.
Tiba-tiba tangan Nabi Yusya' lengket pada tangan dua atau tiga orang.
"Kalian berkhianat," teriak Nabi Yusya'.

Dan orang-orang yang berkhianat itu mengeluarkan emas sebesar kepala sapi.
Emas itu kemudian dikumpulkan dengan harta rampasan lainnya. Harta rampasan itu dukumpulkan di sebuah lapangan, dan tiba-tiba saja datanglah api menyambar dan melalapnya.

Rasulullah SAW bersabda,
"Harta rampasan memang tidak pernah dihalalkan untuk umat sebelum kita, dan dihalalkan untuk kita karena Allah melihat kelemahan dan ketidakmampuan kita."

Wednesday, 2 October 2013

Hasan al-Basri dan jubah 4000 dinar

Semalam saya ada menonton rancangan Muqaddimah di TV9. Di dalamnya, ada suatu kisah menarik yang diceritakan berkenaan zuhud. Kisahnya adalah mengenai seorang ulamak tersohor umat islam, anak seorang hamba yang lahir di zaman pemerintahan Khalifah Umar al-Khattab pada tahun 21 Hijrah (642 Masihi), iaitu Hasan al-Basri. Beliau pernah berguru dengan beberapa orang sahabat nabi, menjadi seorang guru di Basrah (Iraq) dan merupakan seorang yang sangat mementingkan nilai hidup zuhud. Seorang yang zuhud menahan dirinya daripada berlebih-lebihan di dalam perkara-perkara yang halal. Biasanya orang yang zuhud mengelakkan diri daripada segala macam kemewahan. Ini tanggapan umum mengenai zuhud dan inilah yang difahami oleh anak murid Hasan Al-Basri.

Diceritakan pada suatu hari, di dalam suatu kuliah, Hasan al-Basri mengenakan sebuah jubah yang dihadiahkan oleh salah seorang anak muridnya yang hartawan. Jubah tersebut merupakan sebuah jubah yang sangat mahal dan diberitakan bernilai kira-kira 4000 dinar. Dinar adalah matawang emas tulen (24 karat, 99.9%) dimana 1 dinar bersamaan dengan 4.25 gram emas. Jika kita mengambil kira harga emas semasa di Malaysia ini, 1 gram = RM 160, maka 4000 dinar adalah bersamaan 4000 x 4.25 = 17000 gram (17 kg) emas. Ini bermakna, 4000 dinar bersamaan dengan 17000 x 160 = RM 2,720,000 atau hampir 2.7 juta Ringgit Malaysia ! Rasanya, tiada baju di Malaysia ini yang bernilai 2.7 juta ringgit !

Berbalik kepada kisah tadi, ketika Hasan al-Basri sedang mengajar, beliau ditegur muridnya kerana mengenakan pakaian yang sangat mahal, walhal beliau selalu mengajar supaya muridnya menghampiri cara hidup zuhud. Tiba-tiba, datang seorang miskin menemui Hasan al-Basri memohon sedikit bantuan kerana beliau orang susah. Mendengarkan hal itu, Hasan al-Basri lantas menyerahkan jubah 4000 dinar (RM 2.7 juta) yang dipakainya kepada orang miskin tersebut, supaya dijualkan jubah tersebut bagi mendapatkan wang untuk membantu si miskin tadi. Bergegaslah si miskin tadi ke pasar untuk menjualkan jubah tersebut. Saban hari si miskin menunggu di pasar, menantikan pembeli jubah namun tiada yang sudi membeli jubah tersebut kerana nilainya yang sangat mahal. Tiba-tiba datang seorang lelaki menyapa si miskin yang sedang menjual jubah tersebut, "Wahai saudara, dari mana saudara mendapatkan jubah ini ?". "Jubah ini aku berikan kepada Hasan al-Basri", sambungnya lagi. "Jubah ini diberikan kepadaku oleh Hasan al-Basri dan disuruh aku menjualnya", jawab si miskin tadi.

Lelaki tadi kemudiannya membeli jubah tersebut pada harga 4000 dinar daripada si miskin tadi dan menghadiahkan jubah itu semula kepada gurunya Hasan al-Basri. Kesesokan harinya ketika Hasan al-Basri mengajar, muridnya terkejut kerana beliau masih mengenakan jubah yang mahal tersebut, walapun semalam, beliau telah menyedekahkannya. Beliau menceritakannya kepada muridnya tentang apa yang telah berlaku. Benarlah akan kata-kata, "sesiapa yang hidupnya tidak bermatlamat untuk mencari dunia maka dunia akan datang mencarinya". Erti zuhud sebenarnya bukan terhad kepada tidak memilih untuk hidup secara mewah, namun yang lebih penting ialah, tiada ikatan atau kecenderungan hati terhadap kemewahan dunia. Seseorang mungkin mempunyai harta yang sedikit, dan hidup secara sederhana namun belum boleh dikatakan seorang yang hidup dengan sifat zuhud sehinggalah dia tidak meletakkan sebarang rasa cinta kepada harta yang dimilikinya. Ingatlah, semua harta kekayaan adalah milik Allah.

Semua rezeki yang kita perolehi baik wang ringgit, kesihatan, pangkat, anak, dan sebagainya adalah anugerah dari Allah. Kesemua harta tersebut tidak dapat kita miliki jika Allah tidak mengizinkannya dan begitu juga sebaliknya, jika Allah telah menetapkan bahawa sesuatu harta itu bakal milik kita, maka tiada siapa yang boleh menyebabkan kita kehilangan akan harta tersebut. Jika kita berada di posisis Hasan al-Basri, sanggupkah kita menyerahkan harta bernilai RM 2.7 juta kepada orang yang tidak dikenali sebagai sedekah ? Fikir-fikirkanlah....

credit to http://syedzai.blogspot.com/2011/03/hasan-al-basri-dan-jubah-4000-dinar.html 

Kisah Pembelaan Hasan al-Bashri kepada Rakyat

Nama Imam Abu Hasan al-Bashri cukup harum di mata umat Islam. Kepribadiannya teguh untuk menyuarakan kebenaran. Karena sikap inilah nyawa Hasan al-Bashri hampir melayang ketika harus melawan kekuasaan. Saat itu Irak dijabat seorang gubernur diktator bernama al-Hajjaj ats-Tsaqafi. Pemimpin ini terkenal bengis dan gemar bertindak sewenang-wenang. Hampir seluruh rakyat Basra tak berani protes, bahkan untuk kebijakan yang dapat menyengsarakan mereka. Namun ini pengecualian bagi Hasan al-Bashri. Suatu hari Hajjaj meresmikan istana barunya. Harta dan keringat rakyatlah yang membuat bangunan megah itu menjulang gagah. Selanjutnya, rakyat gigit jari atau sekadar menonton dari kejauhan sebagai tamu undangan. Di sana, Hasan al-Bashri bersuara pedas: ”Kita tahu dulu Fir’aun membangun istana yang lebih indah dari ini. Allah kemudian membinasakannya karena kedurhakaan dan kesombongannya.” Sang Imam terus melancarkan kritiknya. Aksi ini memancing amarah gubernur. "Kurang ajar! Mengapa kalian biarkan budak dari Bashrah itu mencaci maki dan bicara seenaknya,” teriak Hajjaj kepada para algojonya. Ketika dihadapkan ke penguasa tiran itu, Hasan al-Bashri bersikap sangat tenang. Semua pertanyaan dijawab tegas tanpa rasa khawatir. Ketenangan ini justru mengangkat wibawanya dan akhirnya menaklukan kecongkakan Hajjaj. Sebenarnya, sejak Hasan al-Bishri pertama meneriakkan kritik, rakyat di sekelilingnya sudah mulai mencemaskan nasib sang imam. Sebagian dari mereka memohon Hasan al-Bahsri menyudahi aksinya. Namun, kekhawatiran ini segera dijawab Hasan al-Bishri: ”Sungguh orang-orang berilmu telah tergadai jiwanya untuk mengungkapkan kebenaran kepada manusia, bukan malah menyembunyikannya.” (Mahbib Khoiron)

Tuesday, 24 September 2013

Apa benda yang berharga pada korang? Duit?

Assalam,

hari ni saya nak share something... yang julung-julung kali saya dapat perasaan ni.
masa sembayang subuh tadi, saya rasa, ya allah, benda yang paling buat saya sangat bersyukur pada allah adalah saya masih bernyawa

kenapa? sebab selepas saya lihat kematian dan pemergian busu ani iaitu makcik kesayangan saya, peristiwa ni memberi impak dan titik tolak dalam hidup saya.

setiap hari saya dah plan nak buat baik

tak kisah lah dari segi orang nak masuk tukar lane kereta kat jalan raya, belanja pakcik tua sapu sampah ke, senyum ngn tukang kebun
janji benda tu baik dan ikhlas buat.

hari hari saya cuba buat yang terbaik. saya nak kumpul pahala banyak2

dan paling saya cuba nak buat baik kepada mak ayah saya selagi diorang hidup
saya bukan orang kaya dan byak harta, tp saya dah niat nak buat yang terbaik untuk mereka

setiap hari saya akan tulis apa benda yang buat saya happy dan apa benda baru saya buat.
tulis benda baik ni supaya sentiasa menjadi benda positif dalam diri korang.

tiap2 hari pikir apa benda baik aku nak buat hari ni?
tolong orang lintas jalan, buang sampah atas jalan raya, tolong belikan barang dapur untuk kat rumah atau apa saja yang allah akan nilaikan bukan buat untuk please kan orang. buat lah kerana allah.

well, that's my story for today.
islam in my life.

enjoy reading guys.

Monday, 23 September 2013

Belanja orang masa duit sikit? Boleh ke?

Assalam,

Saya nak kongsi pengalaman saya
Biasalah time tengah bulan ni kering sangat
Almaklumlah, bila ade kematian dn wedding dan kereta sakit
Mcm2 hal dlm satu bulan tu time tu sgt kering

Memang duit saving pun habis kena keruk nak cover bulan ni punya expenses

Ntah, lps busu ani makcik saya meninggal, seolah2 menjadi titik tolak dalam hidup saya
Saya azam nak buat bnyk buat baik
Sbb masa time kebumi busu, ramai dtg melawat
Dan busu tinggalakn kenangan manis utk semua orang
Sy nak jd mcm busu

Buat baik pada semua orAng termasuk
Musuh2 korang

Nak cerita ni.
Saya ni terigin nk makan lempeng
So siap cari tepung n kelapa utk buat lempeng
Bila saya plan buat makan2 potluck kat off,
Padahal duit utk makan memang x ada
Tp sy gagah jugak beli lempeng extra utk kawan2 off
Tambahkan lempeng yang saya buat
The truth is saya memang tak ada duit tp sy manage utk
Jamu kawan2 masa tu

Tp reZeki allah tu luas macam mak ckp
La tahzan, jangan sedih jika x ada rezeki kat sini, mungkin kat tmpt lain

Adalah duit masuk drngan orang beli tudung online dan orang off beli tudung
Alhamdulillah

Tak banyak tp ade la sikit utk saya bulan ni

So, moral of the story, jgn rasa takut nk buat baik jika duit sikit
Yakin dengan allah
Insya allah ade rezeki

Aminnn